
Mamuju, Kemendukbangga/BKKBN – Momentum peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) menjadi pengingat penting akan peran ayah dalam pengasuhan anak melalui kampanye "Ayah Wajib Hadir". Kehadiran ayah tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga keterlibatan aktif dalam setiap proses tumbuh kembang anak.
Pesan tersebut tercermin dalam kegiatan penamatan peserta didik TK RA Perwanida Binaan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat yang dilaksanakan pada Selasa (9/6/2026) di Asrama Haji Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan ini menjadi momen berharga bagi para peserta didik yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Di antara para orang tua yang hadir, Ketua Tim Kerja Data dan Informasi Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat, M. Syukri M. S., S.Kom., M.M., turut hadir mendampingi putranya dalam prosesi penamatan tersebut. Kehadiran orang tua, khususnya ayah, pada momen penting seperti ini merupakan bentuk dukungan yang sangat berarti bagi perkembangan emosional dan kepercayaan diri anak.
Menurut Syukri, kehadiran ayah dalam kehidupan anak merupakan investasi jangka panjang yang tidak dapat digantikan oleh materi. Anak membutuhkan figur ayah yang hadir untuk memberikan perhatian, kasih sayang, arahan, dan teladan dalam kehidupan sehari-hari.
"Bagi seorang anak, kehadiran ayah pada momen-momen penting dalam hidupnya adalah bentuk dukungan yang akan selalu dikenang. Menjadi ayah yang hadir bukan hanya soal menyediakan kebutuhan keluarga, tetapi juga meluangkan waktu untuk mendampingi, mendengarkan, dan memberikan perhatian kepada anak dalam setiap tahap pertumbuhannya," ujar Syukri.
Ia menambahkan bahwa momen penamatan sekolah bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari perjalanan hidup anak yang patut mendapatkan apresiasi dari kedua orang tuanya. Kehadiran ayah pada kegiatan tersebut dapat memberikan rasa bangga, semangat, dan motivasi bagi anak untuk terus belajar dan meraih cita-citanya.
Kampanye "Ayah Wajib Hadir" sejalan dengan upaya membangun keluarga berkualitas melalui penguatan peran ayah dalam pengasuhan. Keterlibatan ayah terbukti memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter, kemampuan sosial, prestasi belajar, hingga kesehatan mental anak.
"Anak-anak mungkin tidak selalu mengingat apa yang kita berikan, tetapi mereka akan mengingat siapa yang hadir dalam setiap momen penting kehidupannya. Karena itu, mari menjadi ayah yang hadir, mendampingi, dan tumbuh bersama anak-anak kita," tambah Syukri.
Melalui momentum Harganas, seluruh ayah diharapkan dapat semakin aktif terlibat dalam pengasuhan, pendidikan, dan pendampingan tumbuh kembang anak. Dengan hadirnya ayah dalam kehidupan anak, keluarga akan menjadi lebih harmonis, anak tumbuh lebih percaya diri, dan cita-cita mewujudkan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045 dapat semakin mudah diwujudkan. (MS - DI)
